Latest Post

MANFAAT KARAOKE YANG BELUM DIKETAHUI UNTUK KESEHATAN




Saat ini, berkaraoke merupakan salah satu aktivitas yang paling sering dilakukan ketika kita berkumpul dengan keluarga ataupun rekan-rekan sejawat. Bahkan sudah lazim karaokean dijadikan hoby bagi banyak kalangan. Begitu tingginya penikmat di dunia latihan tarik suara itu, terlihat dari banyaknya rumah-rumah karaoke dengan berbagai macam desaign ruangan dan pilihan harga.
Nah, sekarang berkaraoke juga dapat memberikan hiburan yang paling murah untuk rekan-rekan dan keluarga kita. Hal ini dinilai dapat mengurangi stres dan membuat kita terasa bugar.
 

presiden jokowi ke kota pontianak kalimantan barat

 

sebuah KENANGAN

 

logo muktamar NU 2015

Konsep perancangan logo ini mempertemukan yang lokal dan luar. Identitas lokal ditunjukkan dengan dua lingkaran yang merujuk pada motif batik Jombang. Sedangkan yang dari luar adalah aksara penomoran angka 3 menggunakan aksara Arab. Permainan bentuk menggunakan retorika visual metafora, kedua angka 3 diserupakan dengan bentuk tangan yang menengadah, maksudnya berdoa. Demi menghindari bentuk tangan yang menengadah diartikan mengemis, lantaran ada bentuk lingkaran di atasnya yang bisa saja diartikan koin uang recehan, bentuk lingkaran tidak dibuat simetris untuk keduanya. Sebab pada umumnya bentuk koin adalah simetris, atau biasanya bolongan tengahnya berupa kotak. Upaya tersebut dilakukan meski mengambil resiko mengubah sedikit aturan motif Jombang pada lingkarannya. Penempatan lingkaran berada tepat di tengah angka 3 berwarna merah. Hal tersebut menghindari persepsi visual lainnya yang cenderung menyerupai orang. Pewarnaan merujuk pada pewarnaan khas batik Jombang yang dikategorikan sebagai batik pesisir dengan kecenderungan warna yang cerah dan panas. Pewarnaan ini selain menimbulkan kontras dengan ciri khas NU yang hijau, dimaksudkan memberikan semangat dalam pelaksanaan muktamar. Paduan huruf Serif antara Philoshoper dan Times New Roman ditempatkan persis di bawah logogram. Keseimbangan yang digunakan adalah keseimbangan tersembunyi atau asimetris. Hal tersebut diupayakan agar memberikan kesan dinamis. Perancangan logo ini diharapkan dapat memberikan ‘kebaruan’ dalam NU, mengingat perkembangan logo atau identitas visual pada umumnya sekarang cenderung simple, namun penuh makna. (Alhafiz K) NU.Online
 

Asyiknya main Balap Karung

Siapa yang tidak kenal dengan salah satu permainan tradisional ini? Bahkan sampai sekarang ini, permainan ini sering diadakan dan dibuat menjadi sebuah lomba terutama setiap tanggal 17 Agustus. Tidak hanya dari kalangan anak-anak yang mengikuti lomba balap karung tersebut, tetapi dari kalangan orang tua juga turut serta memeriahkan lomba tersebut. Dan juga, ada beberapa daerah di Indonesia yang sampai sekarang ini terus melestarikan budaya permainan ini terutama untuk memperingati sebuah hari besar. Sejarah dan Perkembangannya Permainan ini diketahui sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan bukan setelah Indonesia merdeka. Waktu itu, permainan balap karung ini dimeriahkan oleh kalangan anak-anak laki-laki yang berumur sekitar 6-12 tahun. Mereka mengikuti lomba balap karung ini sewaktu ada perayaan/hari-hari besar di sekolah-sekolah Belanda atau di kampung-kampung. Terkadang, orang dewasa juga ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara tersebut, tetapi hanya terbatas sebagai penggembira saja dan bukan sebagai peserta penuh. Pada mulanya permainan balap karung hanya terbatas pada ruang lingkup daerah yang kecil saja seperti di sekolah-sekolah atau di kampung-kampung. Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, permainan balap karung ini sudah dimainkan di kantor-kantor dengan pesertanya yang berasal dari berbagai usia baik tua maupun muda. Dan sekarang, hampir seluruh rakyat Indonesia akan mengisi acara hari kemerdekaan dengan mengadakan lomba balap karung ini. Gambar 1. Kaum ibu-ibu pada Acara Lomba Balap Karung 17 Agustus. Peralatan yang Dibutuhkan Sebuah karung terigu/karung beras ukuran 50 kg yang nantinya akan dipakai oleh peserta. Sebuah peluit untuk memberikan aba-aba mulainya pertandingan yang nantinya digunakan oleh wasit. Pembatas-pembatas antar peserta lomba balap karung, bisa menggunakan tali rafia ataupun menggunakan kapur tulis. Arena permainan yang cukup luas dengan panjang 15-20 meter dan lebar 3-4 meter. Peserta permainan balap karung dengan tidak memandang batasan umur ataupun jenis kelamin. Semua orang boleh ikut serta dalam permainan ini. Dan juga, dibutuhkan seorang wasit untuk mengatur jalannya pertandingan. Aturan Permainan Untuk permainan balap karung secara individu, peserta yang terdiri dari 4-5 orang akan bersiap di posisi awal start. Mereka harus memakai karung yang sudah disediakan di bagian bawah tubuh mereka. Setelah wasit membunyikan peluit, para peserta harus berlari ke garis finish dengan cara melompat sambil memegang karung yang dipakainya agar tidak terlepas. Siapa yang bisa sampai ke garis finish dan kembali lagi ke posisi awal start, dialah pemenangnya. Ada juga aturan permainan di mana peserta hanya perlu untuk sampai ke garis finish dan memenangkan pertandingan. Aturan tersebut dipakai jika arena pertandingan yang digunakan cukup panjang dan luas. Untuk permainan balap karung yang dilakukan secara beregu, sebelum pertandingan dimulai akan diadakan pengundian terlebih dahulu untuk menentukan regu mana yang akan memulai pertandingan terlebih dahulu. Biasanya satu regu terdiri dari 3-4 orang. Tiap regu akan memainkannya secara estafet/bersambungan. Ketika satu peserta dari tiap regu telah sampai ke garis finish dan kembali ke posisi start, peserta itu kemudian akan digantikan oleh teman seregunya yang lain. Regu yang mencapai garis finish terlebih dahulu, dialah pemenangnya. Nilai Sosial dan Budaya Permainan balap karung dapat mengajarkan kita untuk memiliki sikap kerja keras, pantang menyerah, dan sportivitas yang tinggi. Kerja keras dan pantang menyerah dibutuhkan oleh para peserta untuk dapat memenangkan pertandingan. Sportivitas juga sangat penting dimiliki oleh para peserta sehingga mereka tidak akan melakukan kecurangan saat permainan berlangsung
 

PRO-KONTRA AL-QUR’AN LAGGAM JAWA

PRO-KONTRA AL-QUR’AN LAGGAM JAWA Ada sesuatu yang berbeda dalam peringatan Isra’ Mi’raj 1436 H di Istana Negara, pada Jum’at (15/5/2015) malam. Adalah Muhammad Yaser Arafat yang membaca Al-Qur’an surat An-Najm ayat 1-5 dengan lantunan lagu Dandang Gulo salah satu bagian dari Langgam Jawa yang Ide menggunakan seni baca tersebut datang langsung dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, tujuannya dari pembacaan Alquran dengan langgam Jawa adalah untuk menjaga dan memelihara tradisi Nusantara dalam menyebarluaskan ajaran Islam. Jika di tinjau kembali segi maknanya, lagu Dandang Gulo kurang lebih bermakna angan-angan manis. Lagu dalam langgam Jawa itu punya cengkok naik turun nada dan panjang pendek yang khas. Kekhususan nadanya juga terkait erat pada jumlah bait syairnya serta jumlah suku kata dan bunyi-bunyi di akhir bait. Tak hanya itu, jenis langgam semacam itu juga kerap membawa misi-misi tertentu. Dari segi hukum, membaca al-Qur’an dengan langgam itu bukan masalah selama itu tidak melanggar mahrojul huruf dan tajwid. Namun, dalam agama itu tidak hanya masalah hukum tetapi juga dari segi akhlak yang menjadi patokan sang qori pantas atau tidaknya membacakan al-qur’an dengan nada itu. aksi Yasser yang tak biasa ini menuai kontroversi diantara beberapa tokoh agama baik yang memperbolehkan ataupun menyalahkan, misalnya pakar ilmu Al-Qur’an KH. Prof. Dr. Ahsin Sakho Muhammad, ia mengatakan bahwa Cara membaca Al-Quran yang mengacu pada langgam budaya Indonesia yang merupakan sebuah kreatifitas budaya tertentu sangat diperbolehkan karena tidak ada dallil shahih yang melarang. selama memperhatikan hukum bacaan semestinya sementara, Ustadz Misbahul Anam (Ketua Majelis Syuro DPP FPI) mendesak Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin, agar bertaubat dan tidak meneruskan tradisi Nusantara berupa qiraat langgam Jawa yang memang menyalahi aturan seni baca al-qur’an yang sesungguhnya. Bagi saya,bagaimana pun pendapat orang terkait laggam jawa, adalah sesuatu kema’luman bagi mereka yang memang pada dasarnya masing-masing tokoh yang ikut berkomentar tentunya memiliki refrensi. Disini kita dapat belajar memahami dari perbedaan pendapat tersebut agar bisa memilah dan mengambil hikmah yang baik boleh kita ikuti. Agar kita yang sedang belajar al-quran tidak terpengaruh dengan problem ini serta senantiasa belajar mengikuti kaidah yang sudah ada tampa harus mempoles hal-hal yang baru apabila tidak ada anjuran dari pemerintah yang disepakati oleh para pakar al-quran, ini merupakan potret agar dalam perjalanan belajar agar khususnya yang masih berkaitan dengan mempelajari al-qur’an kita harus hati-hati agar tidak menyalahkan aturan yang ada. Akhinya, disaat kita masih belajar tentang tajwid yang merupakan rujukan ilmu seni baca Al-Qur’an yang benar makan hendak jangan mengklaim mendukung ataupun men-justice bahwa seni baca dengan laggam jawa adalah kesalahan besar, apalagi kualitas bacaan Al-Qurannya kita masih belum begitu baik. Biarkan saja para pakar yang berbeda pendapat, sebab mereka memang ahlinya.
 

Gus Sholah: Pelajar Tak Cukup Pintar Tetapi Harus Ikhlas Beramal

Untuk menciptakan organisasi yang berkualitas, tidak cukup sekedar mengandalkan pelajar pintar saja. Namun kepintaran itu wajib diwujudkan melalui organisasi pelajar IPNU khususnya dengan cara yang baik, tetap menjalankan aturan yang ada di PD PRT dan Haluan organisasi serta menyelesaikan masalah dengan bermusyawarah. Demikian disampaikan Dr. Ir. KH. Solahuddin Wahid saat menjadi pembicara sarasehan dengan tema "ngaji uswah" Bersama PW. IPNU kalimantan barat di mushollah lembaga pendidikan islam Darussalam. Pontianak Timur, Selasa (05/5). Kyai NU yang akrab disapa Gus Shollah itu mengingatkan fungsi IPNU bagi pelajar adalah merupakan tanggung jawab tersendiri tentu dalam menjalankan agenda-agendanya harus berdasarkan tata tertib organisasi dan menyelaraskan dengan GBHO. Kehadiran IPNU harus mampu menciptakan rasa nyaman para pelajar dalam menempuh pendidikannya terutama nyaman proses dewasanya dan aman masa depan mereka. "IPNU harus melaksanakan kegiatannya berdasarkan Aturan dan Haluan Organisai di IPNU sendiri jangan melenceng diluar itu, begitu juga apabila ada masalah tentu lebih baik di selesai dengan musyawarah" ungkapnya di hadapan 200 lebih pelajar dan masyarakat umum. Senada dengan ungkapan gus sholah. Muhammad Amin ketua PW. IPNU kalimantan barat mengatakan bahwa PW IPNU kalbar siap memback up segala agenda dan aturan yang ada serta melaksanakan program yang telah di rancang bersama terutama pengkaderisasian di tubuh organisasi yang merupakan badan otonim paling dasar di NU itu. “Kami (IPNU kalbar) siap menerima dan menjalankan tugas yang telah di amanahkan kepada saya dan rekan-rekan pengurus terutama di bidang kaderisasi yang merupakan cerminan regenerasi Nahdliyyin nantinya,” tegas Amin. Dalam acara sarasehan tersebut turut hadir tokoh masyarakat kalbar Ustad Nasir, M.Pd, Ahmad Bustomi, perwakilan polda kalbar, aparatur pemerintah pontianak timur juga pengurus OKP di kalbar. Dengan pengawalan ketat dari kepolisian acara tersebut aman terkendali sampai selesai.
 

PELATIHAN KEPEMIMPINAN

 

PERSERTA LOMBA MARS IPNU

 

sambutan panitia pelantikan PW. IPNU KALBAR

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. slamet funata - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger